Sabtu, 06 September 2014

Gajah Sumatera Dibunuh di Tepi Sungai

BANDA ACEH - Seekor gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatrensis)ditemukan mati di tepi Sungai Ceungeh Gampong Panggong, Kecamatan Krueng Sabe, Kabupaten Aceh Jaya. Gajah jantan itu diduga sengaja dibunuh, untuk diambil gadingnya.
 
"Saat ditemukan gadingnya sudah tidak ada lagi," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Genman Suhefti Hasibuan saat dihubungi wartawan, Minggu (7/9/2014).
 
Bangkai gajah dewasa itu mulanya ditemukan warga pada Kamis 4 September lalu. Begitu mendapat laporan, lanjut Genman, pihaknya langsung turun ke lokasi temuan dan mengambil sampel untuk menyelidiki penyebab kematian.
 
"Sekarang sampelnya sudah kami kirim ke laboratorium forensik di Medan (Sumatera Utara), masih menunggu hasilnya," ujarnya.
 
Gajah itu diperkirakan sudah mati sejak sepekan lalu. Dari kondisi bangkainya, Genman menduga, kalau binatang dilindungi itu mati karena dibunuh, sebab saat ditemukan ditemukan luka di bagian kepala dan wajahnya, sementara sepasang gadingnya hilang.
 
Bangkai gajah tersebut hingga kini masih berada di pinggir sungai dan mulai mengeluarkan bau. Lokasi temuan berada di dalam hutan, sekira enam kilometer dari perkampungan warga.

Pertamina Catat Produksi Migas Capai 520 Ribu Boepd

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) membukukan produksi sebesar 520.360 barel setara minyak per hari (boepd) pada Semester I 2014 naik 11,9 persen dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan pada akhir Juli 2014 produksi minyak Pertamina meningkat menjadi 254.570 barel per hari (bopd) atau naik 27,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2013.

Peningkatan tersebut utamanya dipicu oleh kontribusi produksi dari operasi Pertamina dari luar negeri melalui PT Pertamina International Exploration and Production dan peningkatan produksi konsolidasi PT Pertamina Hulu Energi.

"Dari operasi di luar negeri, Pertamina mendapatkan tambahan produksi sebesar 57.090 bopd. Ditambah dengan produksi gas yang relatif sama dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu sekitar 1.540 MMscfd secara total produksi migas Pertamina menjadi 520.360 boepd.," ungkap Ali dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (7/8/2014).

"Dengan peningkatan produksi ini cukup menjanjikan bagi tercapainya target Pertamina untuk dapat memproduksi sebanyak 2,2 juta boepd pada 2025," tambahnya.

Ali mengatakan untuk mencapai target produksi tersebut Pertamina akan bertumpu pada produksi dari lapangan eksisting dan juga ekspansi internasional. Pertamina menargetkan bisa membukukan pertumbuhan produksi sebesar 7 persen per tahun. (rzy)

Meski Berharga Selangit, Rumah-Rumah Ini Tetap Sold Out!

CALIFORNIA - Forbes mengeluarkan daftar rumah super mewah yang sudah terjual di dunia. Tak tanggung-tanggung, harga rumah-rumah ini tergolong fantastis, yakni hingga USD525 juta atau Rp6,2 triliun! Di mana dan siapa saja kah pemilik rumah-rumah super mewah ini?

Seperti dikutip dari Forbes, Minggu (7/9/2014) awal tahun ini dibuka dengan rekor penjualan rumah termahal yang dibeli oleh miliarder Barry Rosenstein. Ia membeli sebuah rumah yang berlokasi di East Hampton seharga USD147 juta. Rumah ini merupakan rumah termahal yang pernah terjual di AS. 

Kedua adalah rumah Villa La Fiorentina. Dibangun pada tahun 1917, villa ini menjadi salah satu situs bersejarah di Italia. Villa ini juga sering digunakan untuk menyambut tamu-tamu penting dunia, seperti Putri Grace yang merupakan putri dari kerajaan Monako, musisi Frank Sinatra, Composer senior Andrew Lloyd Webber, hingga aktris Elizabeth Taylor. 

Meskipun rumah ini belum secara resmi di lepas ke pasar, para broker memperkirakan rumah dengan pemandangan laut Mediterania ini di bandrol seharga USD525 juta atau Rp6,2 triliun.

Ketiga adalah Sky Penthouse Tour Odeon di Monako. Gedung setinggi 558 kaki ini memiliki penthouse termahal di dunia, yakni USD400 juta atau Rp4,7 triliun. Mansion seluas 35.520 kaki per segi ini terdiri atas lima lantai. 

Keempat adalah Owlwood Estate di Los Angeles. Rumah ini dijual ke pasar seharga USD150 juta atau Rp1,7 triliun. Rumah ini pernah dimiliki oleh sederet selebriti di AS, di antaranya Tony Curtis, Sonny dan Cher, dan Marilyn Monroe. 

Kelima, Carlton House Terrace yang berlokasi dekat dengan Istana Buckingham London. Rumah ini terdaftar di pasar dengan harga USD124 juta atau Rp1,4 triliun. Rumah bergaya neoklasik ini dirancang oleh arsitek John Nash pada tahun 1827. 

Keenam adalah Istana Waterfront di pantai utara Sardinia. Rumah yang terdiri atas 13 kamar ini berdiri di puncak Cannes seharga USD124 juta. 

Selain rumah, ada juga apartemen termahal yang pernah di beli oleh manusia. Salah satunya adalah apartemen One Hyde Park di London. Apartemen ini terjual seharga USD237 juta, sekaligus memecahkan rekor penjualan apartemen. (wdi)

Pelarangan Rokok Elektrik Masih Diperdebatkan

PELARANGAN rokok elektrik memang masih diperdebatkan. Para ahli kesehatan khawatir, pelarangan rokok elektrik oleh PBB hanya melebih-lebihkan risiko kesehatan dan meremehkan fungsi alat elektrik tersebut sebagai alternatif yang aman untuk tembakau.
 
Laporan Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO), 26 Agustus lalu mengatakan, pemerintah harus melarang penjualan rokok elektrik untuk anak di bawah umur. Ancaman serius tersebut juga mereka tujukan kepada janin dan anak muda.
 
Laporan WHO yang dikeluarkan untuk dipertimbangkan pada pertemuan global pengendalian tembakau tahun ini, juga mengatakan rokok elektrik harus dilarang untuk penggunaan 'indoor' dalam ruang publik, akan tetapi seorang spesialis tembakau yang menulis dalam jurnal "Addiction" mengatakan laporan itu cacat. Mereka mengatakan, WHO perlu mengadakan penyelidikan yang lebih besar, karena apa yang dituduhkan bias.
 
"Kami terkejut dengan laporan tersebut dan menemukan itu menyesatkan, karena bukti yang ada tidak begitu akurat," kata Ann McNeill, seorang profesor di National Addiction Centre di King College London

"Rokok elektrik masih sangat baru dan kami belum bisa mendapatkan semua jawaban untuk dampaknya kesehatan jangka panjang. Tapi yang kita ketahui adalah rokok ekektrik jauh lebih aman daripada rokok yang membunuh lebih dari enam juta orang per tahun di seluruh dunia, " kata Ann McNeill, seperti dikutip dari Channel News Asia, Minggu (7/9/2014).
 
Rokok elektrik bekerja dengan vaporasi cairan yang disebut "propilen glikol", yang telah ditambahkan nikotin dan bahan-bahan lainnya. Uap ini dihirup, seperti rokok tradisional, tetapi menghasilkan uap bukan asap.
Pendukung rokok elektrik mengatakan, perangkat tersebut adalah alternatif yang lebih aman dari rokok tradisional, yang mengandung lebih banyak bahan kimia beracun dan gas menyebabkan kanker, jantung, stroke, dan penyakit lainnya. Mereka yang kontra mengatakan, dampak kesehatan dari rokok elektrik untuk jangka panjang tidak jelas. 
 
Laporan WHO mengakui bahwa rokok elektrik cenderung kurang beracun dari rokok konvensional, tetapi penelitian lebih lanjut masih sangat diperlukan. Perdebatan ini terus berlangsung karena masih banyak pemerintah berada di bawah tekanan untuk memaksakan peraturan kepada konsumen rokok konvensional untuk beralih ke rokok elektrik.

KM Paus I Terbakar, Pejabat Dishub DKI Diperiksa

JAKARTA - Penyidik Polres Kepulauan Seribu telah memeriksa Kepala Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan DKI Jakarta terkait insiden terbakarnya Kapal KM Paus I di perairan Pulau Gunung Sekati, Kepulauan Seribu Utara.
 
Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Johanson Ronald Simamora mengatakan, pihaknya memeriksa petugas Dishub DKI selaku operator kapal. "Kami sudah periksa Kepala Sarana dan Prasarana Dishub DKI, karena pihaknya yang bertanggung jawab atas kapal itu," ujar Johanson, Minggu (7/9/2014).
 
Pemeriksaan juga dilakukan karena Kepala Sarana dan Prasarana Dishub DKI telah memerintahkan petugas kapal untuk mengisi bahan bakar pertamax ke kapal dengan cara manual.
 
"Dia yang menyuruh petugas mengisi bahan bakar menggunakan jirigen secara manual ke kapal," pungkasnya.

Jeritan Terus Iringi Konser EXO di Jakarta

AKARTA - Jeritan tak henti-hentinya terdengar kala konser boy group"EXO Lost in Jakarta" hendak dimulai. Acara yang digelar pada Sabtu, 6 September 2014 pukul 18.30 WIB itu mengambil tempat di lapangan D Senayan, Jakarta.

Suasana yang tadinya sudah "panas" oleh rekaman lagu-lagu EXO, terdengar makin panas ketika lampu panggung mulai dipadamkan, pertanda konser akan segera dimulai. Serempak para EXO-L (fansEXO) mulai menyerukan nama idola mereka. Tak lama kemudian panggung gelap berubah menjadi kobaran api ketika layar mulai memainkan video pembuka yang berisikan aksi-aksi heroik ke-11 member EXO.  
Ketika video selesai dimainkan para member EXO nampak sudah siap di posisinya masing-masing, dan lagu "Mama" pun resmi membuka konser perdana EXO di Tanah Air tadi malam. D.O dkk terlihat lincah menarikan koreografi "Mama" yang bertempo cepat. Penampilan EXO untuk lagu pertama kemudian ditutup dengan meriah oleh letupan kembang api dari kiri dan kanan panggung.
 
Tak banyak membuang waktu EXO langsung tancap dengan lagu kedua, "Let Out the Beast". Penonton yang didominasi perempuan nampak antusias mengiringi penampilan idola mereka dengan jeritan. Namun, tak hanya sibuk menjerit para fans dengan setia ikut bernyanyi dengan idola mereka.
 
Konser kemudian dilanjutkan dengan pertunjukkan solo dance salah satu member EXO Mandarin (EXO-M), Lay. Saat Lay selesai Baekhyun dan D.O keluar mengisi kekosongan panggung membawakan "Moonlight". Meski lagu melankokis tersebut dinyanyikan oleh semua member EXO, namun dapat terlihat bahwa fokus vokal dalam lagu ini adalah Baekhyun dan D.O. Oleh karena itu keduanya terlihat berdiri di tengah-tengah member lainnya yang duduk dengan teratur di atas kursi yang membentuk lingkaran.
 
"Moonlight" rampung EXO pun mengambil jeda untuk "bernafas" sebentar sambil menyapa fans setia mereka. Diungkapkan Chen, ia bahagia karena akhirnya EXO dapat menggelar konser atas nama mereka sendiri di Indonesia. Selain itu member lainnya, Chanyeol, juga mengungkapkan bahwa ia terkejut melihat banyaknya fans EXO di Indonesia. Sama seperti member lainChanyeol menutup sesi ramahnya dengan ungkapan "Aku cinta kalian!".
 
Setelah mengungkapkan cintanya Chanyeol tampil solo dengan permainan drum yang mumpuni. Kegarangan gebukan drum Chanyeol seolah dapat diimbangi oleh senyum manis yang kadang sering dilemparkan pria berwajah imut tersebut.
 
Penampilan solo Chanyeol setelahnya disambung dengan dua lagu mellow EXO sekaligus, "Angel" dan "Black Pearl", dimana pada saat bernyanyi para member maju ke panggung bagian depan, membuat teriakan kembali bergemuruh. Bak tak mau kalah sangar dari Chanyeol, Chen tampil dengan lagu rock and roll bertajuk "Uprising" di penampilan solonya.
 
Selanjutnya momen yang paling ditunggu-tunggu pun tiba. Di tiap konsernya EXO akan memilih satu fans beruntung untuk diundang naik ke atas panggung. Sontak para EXO-L banyak yang histeris sambil mengangkat jari mereka menyerukan, "Saya! Saya!".
 
Setelah proses seleksi oleh membernya sendiri akhirnya EXO berhasil mengajak seorang fans wanita ke atas panggung. Fans berbaju hitam itu kemudian dipersilahkan duduk dikelilingi para member EXO yang kemudian bertanya di antara EXO-M dan EXO-K mana yang menjadi favoritnya. Tanpa berpikir panjang gadis berambut ikal ikal itu langsung menjawab, "K!", yang berarti EXO-Korea.

Senang akan jawaban fansnya para member EXO-K menari kegirangan. Balas membalas lagu serta tarian menggunakan lagu-lagu hits artis SM Entertainment pun terjadi, seperti lagu "Sorry Sorry" milik Super Junior, "Dream Girl" dan "Ring Ding Dong" milik SHINee, juga "Genie" dan "Gee" milik SNSD.

Keberuntungan fans terpilih rasanya makin berlipat ganda ketika dirinya menerima sebuah boneka bantal berwarna pink yang langsung disambut teriakan iri fans lainnya. Setelah memersilahkan fans-nya turun dari panggung EXO melanjutkan konser dengan lagu bertempo pelan, "XOXO", diikuti koor sejumlah EXO-L yang hafal dan ikut bernyanyi.

Sehun seharusnya menjadi penampil solo selanjutnya, namun ia batal tampil karena mengalami cedera ringan pada kakinya. Meski merasa sedikit kecewa para fans bersatu padu menyerukan, "Gwenchanayo! Gwenchanayo!", yang artinya "Tidak apa-apa". Aksi solo Sehun kemudian diganti dengan karaoke lagu "Run".  
Kembali ke atas panggung para member EXO tampak rapi, gagah, serta tampan dalam balutan kemeja putih plus jas hitam membawakan dua lagu sentimentil bertempo pelan "Love, Love, Love" dan "Thunder". Penampilan solo selanjutnya diisi oleh D.O yang terkenal dengan kemahirannya menyanyikan lagu balada.
 
Ketika D.O selesai dengan "Tell Me What is Love", masing-masing member EXO kembali ke atas panggung dengan membawa tiga tangkai bunga mawar merah. Melihat hal itu fans kembali histeris, berharap mereka bisa mendapatkan satu mawar yang dibagi-bagikan para member EXO saat melantunkan lagu "My Lady".
 
Usai bagi-bagi bunga tinggal Baekhyun yang tetap berada di atas panggung untuk memersembahkan penampilan solonya yaitu bernyanyi sambil bermain piano untuk lagu yang mampu mengaduk-aduk perasaan penggemarnya, "My Turn To Cry".
 
Penampilan apik Baekhyun kemudian disambung dengan "Baby Don't Cry" oleh personil lengkap EXO. Alam seolah ikut hanyut terbawa suasana syahdu lagu bertempo pelan tersebut ketika gerimis mulai menetes.
 
Rampung dengan "Baby Don't Cry", Tao, salah satu personal EXO-M, membuka interaksi dengan penggemarnya. Ia bertanya apakah aksi mereka malam tadi cukup menghibur, dengan semangat para fans langsung menjawab, "Iyaaaaaaaa!". Kemudian Baekhyun mengatakan bahwa ia senang hujan turun dan berharap hujan turun dengan deras.
 
Obrolan singkat yang sangat berarti antara fans dan idolanya tersebut kemudian dilanjutkan dengan lagu berikutnya, 'Machine'. Ketika para member EXO keluar dari balik panggung dengan mengendarai mobil berbentuk tank yang dilengkapi peralatan DJ, hujan mulai turun. Namun, EXO-L tetap setia mengayunkan light stick mereka mengiringi penampilan apik idola mereka.
 
Penampilan solo berikutnya dibawakan oleh Xiumin yang terlihat lincah serta gemulai menari dengan later panggung me rah menyala berkat kobaran api yang ditampilkan dalam layar. Menariknya, setiap Kali Xiumin menggoyangkan pinggulnya EXO-L akan berteriak histeris. Penampilan menghibur itu kemudian ditutup dengan senyum imut khas Xiumin.
 
Seolah tenaga EXO dan para penggemarnya tak ada habisnya, EXO kembali menggebrak lapangan D Senayan dengan lagu hits mereka, "3.6.5". Tak mau kalah heboh fans pun ikut meloncat bersama, menggetarkan papan kayu yang sengaja dibuat agar penonton tak merusak rumput lapangan.
 
Agak sedikit santai EXO melanjutkan konser mereka dengan lagu "History" yang bertempo sedang namun menghentak-hentak. Kemeriahan kembali terlihat kala kembang api kembali diluncurkan di akhir lagu.
 
Seperti yang sudah-sudah, aksi selfie merupakan hal yang tak boleh terlewatkan dalam sebuah konser. Ketika Suho menyanyikan lagu solonya sambil membawa setangkai mawar, ia mengabadikan foto dirinya dengan seorang fans beruntung menggunakan kamera polaroid. Hasil foto yang langsung jadi kemudian diserahkan Suho untik fans tersebut.
 
Sementara itu, hujan turun makin deras. Namun EXO tetap semangat membawakan lagu selanjutnya, "Peter Pan", lengkap dengan properti mahkota. Setelah itu giliran Kai unjuk gigi dengan tarian teatrikalnya. Sayangnya ketika sedang menari kaki Kai terkilir akibat panggung yang becek karena hujan. Tidak ingin fansnya khawatir Kai mengatakan bahwa itu bukan luka besar.
 
Penampilan pamungkas EXO kemudian diisi dengan lagu baru mereka, "Overdose" dan kembang api. Sebelum meninggalkan panggung para member EXO terlebih dahulu mengucapkan salam dan pesan agar EXO-L hati-hati pulang ke rumah masing-masing.
 
Bagai sayur kurang garam itulah konser tanpa encore. Setelah EXO menghilang ke balik panggung, EXO-L yang yakin akan ada encore take bergeming dari temp at mereka masing-masing, malah menyerukan, 'We want more!" berkali-kali.
 
Tak lama setelahnya yang ditunggu-tunggu muncul lagi. Ke-11 member EXO akhirnya kembali ke atas panggung. Sebelum EXO membawakan lagu encore, Tao berusaha menghimpun penggemarnya. Meski pada awalnya ia terlihat agak grogi Tao berhasil membuat EXO-L mengucapkan "One" setelah ia mengatakan "We are..". Lalu yel-yel "We are EXO" terdengar bergemuruh di lapangan D malam tadi.
 
EXO menuntaskan konser perdana mereka di Indonesia dengan tiga lagu hits mereka 'Wolf', 'Growl', dan 'Lucky', dimana pada penghujung lagu 'Lucky' para member nampak membagi-bagikan beberapa buah boneka.
 
Ketika benar-benar harus mengucapkan kalimat perpisahan para member EXO kembali mengingatkan EXO-L agar hati-hati di jalan. Mereka hugs mendoakan semoga fansnya akan baik-baik saja bahkan setelah hujan-hujanan. Anneyong, EXO!

Kemarau, 59 Desa di Bojonegoro Kekeringan


BOJONEGORO - Musim kemarau membuat sejumlah wilayah di Indonesia dilanda kekeringan, seperti yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Sejak dua bulan terahir, sumur warga puluhan desa di sana, tidak berair. 

Desa Karanganyar, Kecamatan Ngasem, merupakan satu dari 53 desa di sembilan kecamatan yang tercatat mengalami kekeringan, sesuai data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Bojonegoro. 

Untuk mendapatkan air bersih, warga Desa Karanganyar harus mendatangi sungai yang letaknya sekitar satu kilo meter dari pemukiman. Air sungai sebenarnya juga mulai mengering, tapi warga tak kehabisa akal. 

Mereka menggali lobang di dasar sungai baru kemudian secara bergantian mengambil air menggunakan gentong. 

Selama musim kemarau, sungai tersebut menjadi satu-satunya harapan warga untuk memperoleh air. Mereka menggunakan air sungai untuk keperluan memasak, mencuci pakaian, juga mandi.

Sementara di Desa Ngupak, Kecamatan Dander juga terjadi krisis air. Warga di sini lebih beruntung karena mendapat bantuan air bersih dari pemerintah kendati harus mengantre.