TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Akhirnya naik haji, salah satu Jamaah Calon Haji (JCH) asal kabupaten Gowa, provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Nahil bin Bajidung (42) mengaku bersyukur kepada Allah SWT karena telah menempatkan namanya diratusan JCH Gowa untuk menunaikan ibadah haji di tanah Allah, tahun 2014 atau 1435 Hijriah saat ini.
Muhammad mengatakan perjuangannya selama lima tahun lamanya tidak sia-sia. Ia menceritakan sejak setahun menjadi perantau di negeri Jiran Malaysia sebagai buruh disalah satu perusahaan kelapa sawit di Malaysia, ia kembali ke kampung halamanya di Gowa berniat untuk mendaftarkan diri sebagai JCH pada tahun 2008 silam bersama ibundanya Judi Tapui Tambu , namun saat itu ia tidak menduga, untuk mendaftar haji itu harus membayar Rp 40 an juta, namun saat itu ia yang hanya membawa uang Rp 20 juta meminta untuk diberi kebijakan untuk dicicil.
Setelah diberi kebijakan, Muhammad mengaku kembali lagi ke Malaysia untuk mengumpulkan dana sampai uang pendaftaran itu lunas.
"Dehh, keras ini kehidupanga kasian, tapi alhamdulilah adaji hasilnya," ujarnya sambil manahan air matanya didepan ibunda tercinta.
Muhammad dan Judi resmi mendaftar pada tahun 2008, dan saat ini ia akan berangkat ke Mekkah didalan rombongan koter lima regu 20.
Keberangkatannya ini ia rasa tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata. "Ttidak bisaka bicara soal perasaan, ada semuami kasian yang saya rasa," katanya ke Tribun.
Ia mengungkapkan saat ini ibunya (Judi), menderita penyakit asam urat atau gejala stroke, tapi dengan niatnya menghadap sang pencipta, ia tetap berkomitmen untuk berangkat meski ibunya berhaji dalam kondisi diatas kereta dorong.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar