Merdeka.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kementerian Perdagangan RI tengah menggenjot pengembangan ekspor daerah. Hal ini untuk mengantisipasi defisit neraca perdagangan Indonesia yang terus menjadi masalah hingga saat ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa neraca perdagangan selama Januari-Juli 2014 mengalami defisit sebesar USD 1 miliar. Jumlah tersebut masih lebih baik jika dibandingkan kondisi tahun lalu di mana defisit mencapai USD 5,6 miliar.
"Meski kinerja perdagangan berangsur membaik, namun defisit perdagangan nasional harus segera ditekan secara terus menerus agar tidak membengkak dan berpengaruh negatif terhadap perekonomian nasional," kata Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Modal Ventura dan Pembiayaan Alternatif, Safari Azis, dalam keterangan tertulisnya, akhir pekan ini.
Menurut Safari, pemerintah dan pelaku harus bersinergi untuk mendorong ekspor komoditas unggulan potensial di daerah-daerah. Hal ini diharapkan tidak hanya akan berdampak positif terhadap penguatan ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat ekonomi nasional.
"Bentuk dukungan pemerintah kita harapkan mengarah pada peningkatan daya saing untuk industri, tidak terkecuali bagi usaha kecil menengah apalagi yang sudah bisa melakukan ekspor," ungkap Safari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar