TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Terpilihnya Joko Widodo menjadi presiden periode 2014-2019 membuat Badan Pekerja Persiapan Agenda Rakyat (BPP-AR) berusaha mewujudkan pikiran rakyat dalam bentuk agenda rakyat.
Menurut Juru Bicara BPP-AR, Dody Ilham, agenda rakyat sengaja dirancang untuk menampung keinginan seluruh lapisan masyarakat. Ia menuturkan selama proses demokrasi di Indonesia setelah reformasi berlangsung, keinginan rakyat belum terealisasi.
"Dalam pemilihan kepemimimpinan melalui pemilihan presiden rakyat hanya dijadikan alat politik tapi kehendak mereka tidak pernah ada yang menampung,"ujar Dody di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu, (7/9/2014) pagi.
Pagi ini, BPP-AR telah menerima aspirasi rakyat di sekitar Bunderan Hotel Indonesia yang nantinya akan diserahkan ke dalam bentuk agenda rakyat. Pokok pikiran ini nantinya akan diterjemahkan secara konkret dalam program kerja "Nawa Cita" Jokowi-JK.
Nawa Cita merupakan dasar bagi lahirnya agenda rakyat. Agenda ini dilakukan melalui proses penjaringan, pengkajian, pemetaan dan solusi pemecahan bagi rakyat.
"Dimensi-dimensi tersebut tercemin dalam 45 poin Agenda Rakyat dengan penguatan partisipasi seluruh komponen bangsa termasuk kearifan lokal,"jelas Dody.
Agenda rakyat yang dirancang BPP-AR ini terdiri dari tiga kelompok. Kelompok akadimisi, praktisi dan profesional dan masyarakat umum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar